JURNAL KROMATOGRAFI KOLOM PDF

Astiti Asih dan I M. Isolasi dilakukan dengan cara maserasi dan partisi, yang menghasilkan ekstrak kental n-heksana, ekstrak kental etil asetat dan ekstrak kental n-butanol. Ekstrak kental n-butanol positif secara fitokimia dan paling banyak kuantitasnya, dilanjutkan untuk dipisahkan dengan Kromatografi Lapis Tipis dan Kromatografi Kolom. Isolat F2. Dari spektrum Ultra Violet - Visibel, dapat diduga bahwa senyawa flavonoid tersebut merupakan golongan flavanon atau dihidroflavanol, yang dapat dilihat dari rentang panjang gelombangnya yaitu antara nm pita II dan nm berupa bahu pita I.

Author:Zulkilrajas Moogukasa
Country:Japan
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):6 February 2012
Pages:167
PDF File Size:6.47 Mb
ePub File Size:6.20 Mb
ISBN:221-2-92634-444-1
Downloads:26730
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkitaxe



Kromatografi kolom merupakan salah satu dari kromatografi partisi yang digunakan luas karena merupakan sangat efisien untuk pemisahan senyawa organic Takeuchi, Kromatografi kolom sering kali digunakan untuk memurnikan senyawa di laboratorium. Kromatografi kolom bekerja berdasarkan skala yang lebih besar menggunakan material terpadatkan pada sebuah kolom gelas vertikal. Kromatografi kolom merupakan teknik pemisahan berdasarkan pada perbedaan daya adsorpsi suatu adsorben tertentu terhadap suatu senyawa baik pengotor maupun senyawa hasil isolasi.

Prinsip dari kromatografi kolom ini adalah adsorpsi Takeuchi, Cara kerja kromatografi ini yaitu : Kolomnya tabung gela diisi dengan bahan seperti alumina, silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben, dan pastanya diisikan kedalam kolom. Larutan sampel kemudian diisikan kedalam kolom dari atas sehingga sampel diasorbsi oleh adsorben.

Kemudian pelarut fasa gerak; pembawa ditambahkan tetes demi tetes dari atas kolom. Partisi zat terlarut berlangsung di pelarut yang turun ke bawah fasa gerak dan pelarut yang teradsorbsi oleh adsorben fasa diam.

Selama perjalanan turun, zat terlarut akan mengalami proses adsorpsi dan partisi berulang-ulang. Laju penurunan berbeda untuk masing-masing zat terlarut dan bergantung pada koefisien partisi masing-masing zat terlarut.

Akhirnya, zat terlarut akan terpisahkan membentuk beberapa lapisan. Akhirnya, masing-masing lapisan dielusi dengan pelarut yang cocok untuk memberikan spesimen murninya Takeuchi, Alasan menggunakan pelarut non polar terlebih dahulu dikarenakan karena fase diam yang digunakan adalah alumina yang bersifaat sangat polar, sehingga lebih mudah untuk mengelusi zat warna yang bersifat non polar terlebih dahulu karena ikatan dengan alumina lebih lemah.

Kemudian dilanjutkan dengan pelarut yang lebih polar karena pelarut polar akan bersaing untuk mendapatkan ruang pada alumina dengan senyawa merah. Beberapa ruang untuk sementara dipergunakan oleh molekul-molekul pelarut pada permukaan fase diam, tidak menyediakan molekul-molekul biru untuk melekat dan ini akan cenderung menjaga pergerakannya dalam pelarut Takeuchi, Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu : a.

Pemerian: cairan jernih, tidak berwarna, mudah mengalir; mempunyai sifat khas; bau eter; rasa mais dan membakar. Mendidih pada suhu lebih kurang dipengaruhi oleh cahaya.

Kelarutan: sukar larut dalam air; dapat bercampur dengan etanol, dengan eter, dengan benzene, dengan heksana, dan dengan lemak dan minyak menguap. Wadah dan penyimpanan: dalam wadah tetutup rapa, terlindung dari cahaya, pada suhu tidak lebih dari Khasiat dan penggunaan: Antiseptikum umum; pengawet; zat tambahan Anonim, Senyawa kloroform adalah senyawa haloalkana yang mengikat tiga atom halogen klor Cl pada rantai C-nya.

Senyawa kloroform dapat dibuat dengan bahan dasar berupa senyawa organik yang memiliki gugus metil -CH3 yang terikat pada atom C karbonil atau atom C hidroksi yang direaksikan dengan pereaksi halogen Cl2. Beberapa senyawa yang dapat membentuk kloroform dan senyawa haloform lainnya adalah etanol, 2-propanol, 2-butanol, etanol, propanon, 2-butanon.

Halogenasi sering berjalan secara eksplosif dan hampir tanpa kecuali menghasilkan campuran produk, karena lasan inilah halogenasi kadang saja digunakan dalam laboratorium. Rumus struktur kloroform Kloroform disebut juga haloform disebabkan karena brom dan klor juga bereaksi dengan metal keton, yang menghasilkan masing-masing bromoform CHBr3 dan kloroform CHCl3.

Hal ini disebut CHX3 atau haloform, maka reaksi ini sering disebut reaksi haloform Anonim, Etanol Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Rumus struktur etanol Etanol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya.

Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Etanol adalah cairan tak berwarna yang mudah menguap dengan aroma yang khas. Ia terbakar tanpa asap dengan lidah api berwarna biru yang kadang-kadang tidak dapat terlihat pada cahaya biasa. Sifat-sifat fisika etanol utamanya dipengaruhi oleh keberadaan gugus hidroksil dan pendeknya rantai karbon etanol. Gugus hidroksil dapat berpartisipasi ke dalam ikatan hidrogen, sehingga membuatnya cair dan lebih sulit menguap dari pada senyawa organik lainnya dengan massa molekul yang sama.

Etanol adalah pelarut yang serbaguna, larut dalam air dan pelarut organik lainnya, meliputi asam asetat, aseton, benzena, karbon tetraklorida, kloroform, dietil eter, etilena glikol, gliserol, nitrometana, piridina, dan toluena.

Ia juga larut dalam hidrokarbon alifatik yang ringan, seperti pentana dan heksana, dan juga larut dalam senyawa klorida alifatik seperti trikloroetana dan tetrakloroetilena Anonim, Isomer dari heksana sangat reaktif dan sering digunakan sebagai pelarut dalam reaksi organik karena mereka sangat non-polar.

ANTHONY DE MELLO DESPIERTA PDF

Jurnal Doc : kromatografi kolom

Latar Belakang : 1. Definisi Kromatografi Kromatografi terdiri dari dua fase, fase gerak dan fase diam, Menurut Alimin , dalam proses kromatografi selalu terdapat salah satu kecenderungan molekul-molekul komponen untuk melarut dalam cairan, melekat pada permukaan padatan halus, bereaksi secara kimia dan terekslusi pada pori- pori fasa diam. Komponen yang dipisahkan harus larut dalam fasa gerak dan harus mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan fasa diam dengan cara melarut di dalamnya, teradsorpsi atau bereaksi secara kimia. Pemisahan terjadi berdasarkan perbedaan migrasi zat-zat yang menyusun suatu sampel.

AKTIVACIJA DNK PDF

Jurnal Doc : jurnal kromatografi kolom

Pre-lab 1. Apa yang dimaksud kromatografi? Kromatografi adalah metode pemisahan dengan memanipulasi sifat fisik penyusun campuran dimana komponen-komponen-komponen yang dipisahkan didistribusikan diantara dua fase, salah satu fase tersebut adalah suatu lapisan stasioner dengan permukaan yang luas, yang lainnya sebagai fase gerak atau mobile. Sifat fisik yang dimanipulasi yaitu partisi, adsorpsi, dan volatilisasi. Fase stasioner dalam kromatografi dapat berupa padatan maupun cairan, sedangkan fase gerak dapat berupa cairan maupun gas.

ANTIBIYOTIK ISHALI PDF

Pengertian Kromatografi Kolom, Prinsip, Manfaat, dan Contohnya

Kromatografi kolom merupakan salah satu dari kromatografi partisi yang digunakan luas karena merupakan sangat efisien untuk pemisahan senyawa organic Takeuchi, Kromatografi kolom sering kali digunakan untuk memurnikan senyawa di laboratorium. Kromatografi kolom bekerja berdasarkan skala yang lebih besar menggunakan material terpadatkan pada sebuah kolom gelas vertikal. Kromatografi kolom merupakan teknik pemisahan berdasarkan pada perbedaan daya adsorpsi suatu adsorben tertentu terhadap suatu senyawa baik pengotor maupun senyawa hasil isolasi. Prinsip dari kromatografi kolom ini adalah adsorpsi Takeuchi, Cara kerja kromatografi ini yaitu : Kolomnya tabung gela diisi dengan bahan seperti alumina, silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben, dan pastanya diisikan kedalam kolom.

TRATATUL DE LA MAASTRICHT PDF

jurnal kromatografi kolom

Posting terkait: Kromatografi Kolom Dengan banyaknya jenis metode kromatografi yang ada seperti kromatografi lapis tipis, kromatografi cair kinerja tinggi HPLC , kromatografi gas GC , dan lain lain membuat jenis kromatografi kolom memiliki peranan lain dalam reaksi kimia khususnya bidang kimia isolasi. Pertimbangan dalam menggunakan metode kromatografi kolom yaitu karena prosesnya yang sederhana, tidak membutuhkan alat yang kompleks, serta biaya yang relatif lebih murah dibandingkan metode kromatografi lain seperti HPLC dan GC. Pengertian Kromatografi Kolom Kromatografi kolom adalah teknik pemisahan dan pemurnian dari suatu campuran baik itu dalam fasa cair maupun padat untuk menghasilkan senyawa yang diinginkan secara individu. Pemisahan dalam kromatografi kolom didasarkan pada perbedaan interaksi setiap senyawa yang ingin dipisahkan dengan media kromatografi kolom yang digunakan. Sama seperti pada kromatografi lain, pada kromatografi kolom juga digunakan media berupa fasa diam dan fasa gerak. Pada umumnya, fasa diam dan fasa gerak dibuat berdasarkan kepolarannya dimana keduanya dibuat berlawanan seperti fasa diam yang bersifat polar dan fasa gerak yang cenderung lebih non polar. Kromatografi kolom menggunakan alat berupa kolom yang terbuat dari gelas atau kaca yang ditempatkan secara vertikal sehingga zat dapat turun secara perlahan dengan bantuan gravitasi.

Related Articles