INDIKASI OPERASI PTERYGIUM PDF

Tentang: Artikel Kedokteran Pterigium pterygium adalah kelainan pada konjungtiva bulbi, pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif. Pertumbuhan ini biasanya terdapat pada celah kelopak bagian nasal ataupun temporal konjungtiva yang meluas ke daerah kornea. Pterigium berbentuk segitiga dengan puncak di bagian sentral atau di daerah kornea. Pterigium mudah meradang dan bila terjadi iritasi, maka bagian pterigium akan berwarna merah. Pterigium sering mengenai kedua mata. Hubungan ini terjadi untuk tempat-tempat yang prevalensinya meningkat dan daerah-daerah elevasi yang terkena penyinaran ultraviolet untuk daerah di bawah garis lintang utara ini.

Author:Arazahn Vujar
Country:Bhutan
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):6 November 2014
Pages:112
PDF File Size:18.29 Mb
ePub File Size:3.70 Mb
ISBN:998-2-48648-557-3
Downloads:51646
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Meztizuru



Persentase kemungkinan pterigium untuk kambuh lagi setelah operasi dilakukan adalah 50 hingga 80 persen. Bagaimana pterigium didiagnosis? Pterigium adalah kondisi yang umumnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter dapat memeriksa dengan melihat tampilan pertumbuhan jaringan pada mata. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada kelopak mata.

Tes tambahan yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat adalah: Tes ketajaman visual Pada tes ini, dokter akan meminta Anda membaca huruf-huruf yang ada di papan. Ukuran huruf akan bervariasi dan menentukan seberapa tajam penglihatan Anda. Tes topografi kornea Tes topografi kornea dilakukan untuk mengukur perubahan lengkungan pada kornea mata.

Tes pengambilan gambar Prosedur ini dilakukan dengan mengambil foto jaringan di mata. Foto akan diambil secara berkala untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan jaringan.

Bagaimana mengobati kondisi ini? Umumnya, pterigium adalah kondisi yang tidak memerlukan penanganan khusus jika gejala-gejala yang muncul masih tergolong ringan. Namun, apabila keberadaan jaringan mulai mengganggu penglihatan dan menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat meminta rekomendasi dokter untuk penanganan yang sesuai. Tindakan yang dilakukan dokter untuk mengobati pterigium adalah: Penggunaan obat tetes mata vasokonstriktor Penggunaan obat tetes mata steroid dalam jangka pendek, untuk membantu meredakan peradangan Pada kasus pterigium yang lebih serius, ketika jaringan semakin melebar dan mengganggu penglihatan, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan pterigium.

Apabila ukuran jaringan melebihi 3,5 mm, ada kemungkinan penglihatan Anda telah terganggu dan terdapat risiko terjadinya astigmatisme atau mata silinder. Namun, prosedur operasi hanya dapat mengangkat jaringan. Keampuhannya dalam mengatasi mata silinder masih belum bisa dipastikan. Selain itu, pterigium adalah kondisi yang mungkin kembali lagi muncul sewaktu-waktu setelah operasi selesai dilakukan.

Anda harus berdiskusi dengan dokter tentang kemungkinan memilih pengobatan dengan jalan operasi jika perawatan medis lainnya tidak berhasil dan Anda berisiko kehilangan penglihatan. Berikut adalah beberapa jenis operasi untuk mengobati pterigium: 1. Teknik bare sclera Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan berlebih dari selaput mata.

Namun, persentase kemungkinan jaringan tumbuh lagi cukup besar, yaitu sekitar persen. Teknik autograft konjungtiva Teknik ini memiliki persentase kemungkinan kambuh yang jauh lebih kecil, yaitu 2 persen. Operasi dilakukan dengan cara transplantasi jaringan yang terdapat di tubuh Anda, umumnya diambil dari konjungtiva superotemporal pada mata.

Jaringan tersebut kemudian akan diletakkan di sklera setelah pterigium diangkat. Amniotic membrane grafting Teknik ini juga merupakan alternatif yang dilakukan agar kondisi ini tidak lagi muncul di lain waktu. Terapi tambahan Beberapa terapi tambahan akan diberikan oleh dokter untuk mengurangi risiko munculnya lagi penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah terapi MMC dan beta irradiation. Pengobatan di rumah Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pterigium?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pterigium: 1. Menggunakan kacamata hitam Kacamata hitam adalah perlindungan yang wajib Anda miliki untuk mencegah terjadinya pterigium. Pastikan Anda selalu mengenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Hal ini disebabkan karena awan mendung tidak akan menghalangi radiasi UV.

Istirahatkan mata Jangan paksakan mata Anda untuk bekerja terlalu keras. Sesekali beri jeda waktu untuk mata di sela-sela kesibukan. Gunakan obat tetes mata Obat tetes mata dan air mata buatan dapat membantu melembapkan mata Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah bercuaca panas dan cenderung kering. Hindari polusi dan debu Paparan polusi, debu, dan angin di luar ruangan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami iritasi, sehingga masalah-masalah lainnya dapat terjadi di mata Anda.

Zat-zat yang terdapat di polusi udara, seperti karbon monoksida, arsenik, dan asbes, berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, terutama mata.

Sebisa mungkin, hindari paparan polusi dan debu dengan menggunakan kacamata ketika Anda berada di luar ruangan. Membersihkan mata Apabila Anda memang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dan sering terpapar polusi, bersihkan mata dengan air bersih adalah cara yang tepat untuk menghindari pterigium. Air dapat membantu menenangkan mata dan mengurangi risiko munculnya iritasi. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan. Share now :.

DAJJAL THE FALSE MESSIAH IMRAN HOSEIN PDF

Perawatan Pasca Operasi Pterygium yang Perlu Diperhatikan

Oleh karenanya sangat penting bagi manusia untuk menjaga dan merawatnya dengan baik, manusia juga diajarkan untuk siap dengan segala jenis penyakit mata yang dapat menyerang kapan saja. Pterygium merupakan jenis penyakit mata yang cukup sering terjadi, biasanya muncul menyerupai selaput tipis yang menutupi mata putih atau bola mata dan bisa disebut juga dengan daging tumbuh. Namun apakah operasi mata pterygium ini memiliki efek samping? Jika ada, apakah efek samping operasi pterygium? Yuk simak penjelasannya!

EUGENE CARDINI PDF

8 Efek Samping Operasi Pterigium yang Perlu Diwaspadai

Persentase kemungkinan pterigium untuk kambuh lagi setelah operasi dilakukan adalah 50 hingga 80 persen. Bagaimana pterigium didiagnosis? Pterigium adalah kondisi yang umumnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter dapat memeriksa dengan melihat tampilan pertumbuhan jaringan pada mata. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada kelopak mata.

Related Articles