CARA MENGURUSKAN JENAZAH PDF

Malaysia telah tersenarai sebagai negara yang paling tinggi kes wabak ini di Asia Tenggara. Pasti semua dah tahu tentang apa itu Covid kan? Jika belum pasti boleh semak semula artikel-artikel aku sebelum ini yang banyak aku kongsikan. Seperti yang semua tahu, virus Covid ini sangat merbahaya dan terlalu cepat merebak. Disebabkan itu, cara pengurusan jenazah juga adalah sangat berbeza. Jadi untuk artikel kali ini aku nak kongsikan tentang cara pengurusan jenazah ketika di serang wabak.

Author:Gojora Nera
Country:Syria
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):17 June 2014
Pages:424
PDF File Size:5.39 Mb
ePub File Size:11.24 Mb
ISBN:547-3-62521-449-2
Downloads:76032
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Visho



Letakkan mayat di tempat mandi yang disediakan. Yang memandikan jenazah hendaklah memakai sarung tangan. Air bersih 5. Sediakan air kapur barus. Istinjakkan mayat terlebih dahulu. Mengeluarkan kotoran dalam perutnya dengan menekan perutnya secara perlahan-lahan. Siram atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun juga.

Siram atau basuh dari kepala hingga ujung kaki 3 kali dengan air bersih. Siram sebelah kanan 3 kali. Siram sebelah kiri 3 kali. Kemudian memiringkan mayat ke kiri basuh bahagian lambung kanan sebelah belakang.

Memiringkan mayat ke kanan basuh bahagian lambung sebelah kirinya. Setelah itu siram dengan air kapur barus. Setelah itu jenazahnya diwudukkan.

Mengkafani Jenazah Mengkafani jenazah adalah menutupi atau membungkus jenazah dengan sesuatu yang dapat menutupi tubuhnya walau hanya sehelai kain. Hukum mengkafani jenazah muslim dan bukan mati syahid adalah fardhu kifayah. Jika kepalanya ditutup, akan terbukalah kakinya dan jika kakinya tertutup, maka tersembul kepalanya.

Maka Nabi SAW menyuruh kami untuk menutupi kepalanya dan menaruh rumput izhir pada kedua kakinya. R Bukhari Hal-hal yang disunnahkan dalam mengkafani jenazah adalah: Kain kafan yang digunakan hendaknya kain kafan yang bagus, bersih dan menutupi seluruh tubuh mayat.

Kain kafan hendaknya berwarna putih. Jumlah kain kafan untuk mayat laki-laki hendaknya 3 lapis, sedangkan bagi mayat perempuan 5 lapis. Sebelum kain kafan digunakan untuk membungkus atau mengkafani jenazah, kain kafan hendaknya diberi wangi-wangian terlebih dahulu. Tidak berlebih-lebihan dalam mengkafani jenazah.

Adapun tata cara mengkafani jenazah adalah sebagai berikut: Untuk mayat laki-laki Bentangkan kain kafan sehelai demi sehelai, yang paling bawah lebih lebar dan luas serta setiap lapisan diberi kapur barus. Angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan diatas kain kafan memanjang lalu ditaburi wangi-wangian. Tutuplah lubang-lubang hidung, telinga, mulut, kubul dan dubur yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas.

Selimutkan kain kafan sebelah kanan yang paling atas, kemudian ujung lembar sebelah kiri. Selanjutnya, lakukan seperti ini selembar demi selembar dengan cara yang lembut.

Ikatlah dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya di bawah kain kafan tiga atau lima ikatan. Jika seandainya tidak ada kain kafan kecuali sekedar menutup auratnya saja, maka tutuplah dengan apa saja yang ada. Untuk mayat perempuan Kain kafan untuk mayat perempuan terdiri dari 5 lemabar kain putih, yang terdiri dari: Lembar pertama berfungsi untuk menutupi seluruh badan. Lembar kedua berfungsi sebagai kerudung kepala.

Lembar ketiga berfungsi sebagai baju kurung. Lembar keempat berfungsi untuk menutup pinggang hingga kaki. Lembar kelima berfungsi untuk menutup pinggul dan paha.

Adapun tata cara mengkafani mayat perempuan yaitu: Susunlah kain kafan yang sudah dipotong-potong untuk masing-masing bagian dengan tertib. Kemudian, angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan diatas kain kafan sejajar, serta taburi dengan wangi-wangian atau dengan kapur barus. Tutuplah lubang-lubang yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas.

Tutupkan kain pembungkus pada kedua pahanya. Pakaikan sarung. Dandani rambutnya dengan tiga dandanan, lalu julurkan kebelakang. Pakaikan kerudung. Membungkus dengan lembar kain terakhir dengan cara menemukan kedua ujung kain kiri dan kanan lalu digulungkan kedalam. Ikat dengan tali pengikat yang telah disiapkan. Menshalatkan Jenazah Menurut ijma ulama hukum penyelenggaraan shalat jenazah adalah fardhu kifayah.

Ulama atau pemimpin terkemuka ditempat itu. Orang tua si mayat dan seterusnya ke atas. Anak-anak si mayat dan seterusnya ke bawah. Keluarga terdekat.

DYPLOMACJA WIELOSTRONNA PDF

Tata Cara Mengurus Jenazah Terlengkap

Menutup Aurat si Mayit Dianjurkan menutup aurat si mayit ketika memandikannya. Dan melepas pakaiannya, serta menutupinya dari pandangan orang banyak. Sebab si mayit barangkali berada dalam kondisi yang tidak layak untuk dilihat. Sebaiknya papan pemandian sedikit miring ke arah kedua kakinya agar air dan apa-apa yang keluar dari jasadnya mudah mengalir darinya. Membersihkan Kotoran Seorang petugas memulai dengan melunakkan persendian jenazah tersebut. Apabila kuku-kuku jenazah itu panjang, maka dipotongi.

ORIZONTURI ROSII PACEPA PDF

Tata Cara Pengurusan Jenazah Lengkap dengan Bacaannya

Menutup aurat si mayit Dianjurkan menutup aurat si mayit ketika memandikannya. Dan melepas pakaiannya, serta menutupinya dari pandangan orang banyak. Sebab si mayit barangkali berada dalam kondisi yang tidak layak untuk dilihat. Sebaiknya papan pemandian sedikit miring ke arah kedua kakinya agar air dan apa-apa yang keluar dari jasadnya mudah mengalir darinya. Tata cara memandikan jenazah Seorang petugas memulai dengan melunakkan persendian jenazah tersebut.

ADAVI MALLELU 01 16 PDF

Cara Pengurusan Jenazah Yang Terkena Wabak Covid-19

Sebagai makhluk sebaik-baik ciptaan Allah SWT dan ditempatkan pada derajat yang tinggi, maka Islam sangat menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, menjelang menghadapi kehariban Allah SWT orang yang telah meninggal dunia mendapatkan perhatian khusus dari muslim lainnya yang masih hidup. Dalam ketentuan hukum Islam jika seorang muslim meninggal dunia maka hukumnya fardhu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk menyelenggarakan 4 perkara, yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan orang yang telah meninggal tersebut. Bagaimana tata cara mengkafani jenazah? Bagaimana tata cara menshalatkan jenazah?

Related Articles