ASKEP HEMODIALISA PDF

Ini berdasarkan pada prinsip difusi; osmosis dan ultra filtrasi. Hemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialysis jangka pendek beberapa hari hingga beberapa minggu atau pasien dengan penyakit ginjal stadium terminal ESRD; end-stage renal disease yang membutuhkan terapi jangka panjang atau terapi permanent. Sehelai membrane sintetik yang semipermeabel menggantikan glomerulus serta tubulus renal dan bekerja sebagai filter bagi ginjal yang terganggu fungsinya itu. Bagi penderita GGK, hemodialisis akan mencegah kematian.

Author:Vular Tojashura
Country:Morocco
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):15 January 2005
Pages:142
PDF File Size:11.99 Mb
ePub File Size:18.43 Mb
ISBN:293-9-84285-884-4
Downloads:56251
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojagami



Beberapa aspek yang mempunyai hubungan erat dengan masalah keperawatan antara lain : Ginjal buatan, Dialisat, Pengolahan Air, Akses Darah, Antikoagulan, tekhnik Hemodialisa, Perawatan Pasien Hemodialisa, Kompliokasi akut hemodialisa dan pengelolaannya, peranan perawat yang bekerja di luar HD ruang perawatan biasa Tindakan hemodialisa dilakukan ketika ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan normal.

Pada gagal ginjal kronik maka hemodialisa bisa dilakukan seumur hidup bila tidak melakukan operasi transplantasi ginjal. Definisi Hemodialisis adalah suatu usaha untuk memperbaiki kelainan biokimiawi darah yang terjadi akibat terganggunya fungsi ginjal, dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis.

Tujuan a. Membuang kelebihan air. Mempertahankan sistem buffer tubuh. Mempertahankan atau mengembalikan kadar elektrolit tubuh. Memperbaiki status kesehatan pasien. Proses Hemodialisa Ada tiga prinsip yang mendasari cara kerja hemodialisis, yaitu: a. Difusi Toksik dan limbah di dalam darah dialihkan melalui proses difusi. Melalui cara bergeraknya darah yang berkosentrasi tinggi ke cairan dialisat yang berkonsentrasi lebih rendah.

Cairan dialisat tersusun dari elektrolit yang penting dengan konsentrasi ekstrasel yang ideal. Kadar elektrolit darah dapat dikendalikan dengan mengatur rendaman dialisat secara tepat. Osmosis Air yang berlebih dikeluarkan melalui proses osmosis. Keluarnya air dapat diatur dengan menciptakan gradien tekanan. Air bergerak dari tekanan yang lebih tinggi tubuh ke tekanan yang lebih rendah cairan dialisat.

Ultrafiltrasi Peningkatan gradien tekanan dengan penambahan tekanan negatif yang biasa disebut ultrafiltrasi pada mesin dialysis. Tekanan negatif diterapkan pada alat ini. Untuk meningkatkan kekuatan penghisap pada membrane dan memfasilitasi pengeluaran air. Kekuatan ini diperlukan hingga mencapai isovolemia keseimbangan cairan. Indikasi dan Kontraindikasi Hemodialisa 1.

Indikasi a. Pasien dengan penurunan LFG yang diikuti gejala uremik, asidosis dll c. Indikasi Klinis - Anoreksia, nausea, muntah - Ensepalopati uremikum - Edema paru, refraktur dieresis - Perikarditis uremikum - Perdarahan uremik 2.

Kontra indikasi akses vaskuler sulit, hemodinamik tidak stabil dan gangguan kekentalan darah. Program dialisis dikatakan berhasil, jika : a. Pasien mencapai BB kering. Pasien makan dengan diit normal. Tekanan darah normal. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada penderita yang menjalani HD adalah gangguan hemodinamik. Tekanan darah umumnya menurun dengan dilakukannya UF atau penarikan cairan saat HD.

Kondisi ini disebut hipertensi intradialitik atau intradialytic hypertension HID Agarwal dan Light, Komplikasi HD dapat dibedakan menjadi komplikasi akut dan komplikasi kronik Daurgirdas et al. Komplikasi yang sering terjadi adalah: hipotensi, kram otot, mual muntah, sakit kepala, sakit dada, sakit punggung, gatal, demam, dan menggigil Daurgirdas et al.

Komplikasi yang cukup sering terjadi adalah gangguan hemodinamik, baik hipotensi maupun hipertensi saat HD atau HID. Komplikasi yang jarang terjadi adalah sindrom disekuilibrium, reaksi dialiser, aritmia, tamponade jantung, perdarahan intrakranial, kejang, hemolisis, emboli udara, neutropenia, aktivasi komplemen, hipoksemia Daurgirdas et al. Tabel 2. Komplikasi kronik Adalah komplikasi yang terjadi pada pasien dengan hemodialisis kronik.

Komplikasi kronik yang sering terjadi dapat dilihat pada Tabel 2. Bieber dan Himmelfarb, Pengkajian a. Riwayat Kesehatan Keluarga Menanyakan riwayat polikistik, diabetes, hipertensi, riwayat penyakit ginjal yang lain. Cantumkan genogram min. Biopsi o Mendeteksi adanya keganasan pada jaringan ginjal II. Kolaborasi dengan medis Karakteristik : pernafasan cuping prescript HD - Klien mengeluh sesak hidung 4. Atur UFR hidung intercostae 6.

Anjurkan klien untuk kram b. Lakukan distraksi, kaji bawah BB kering Klien nampak tenang penyebab kram, ukur tekanan Kandungan sodium pada Tensi dalam batas normal darah cairan dialisat rendah 3.

Kolaborasi pemberian Klien nampak kesakitan kalsium iv bila hipokalsemi Klien nampak gelisah 5. Kolaborasi pemberian Tensi menurun relaksan oral 2 jam sebelum dialysis 6. Anjurkan kepada klien untuk latihan peregangan pada anggota badan yang serting kram 8. Observasi tanda vital, kaji nyeri kepala b. Anjurkan relaksasi dan ringan Gelisah - lakukan distraksi Penggunaan larutan dialisat Minum kopi terkendali 3. Ganti dialisat asetat dengan secara mendadak bagi klien bicnat bicnat peminum kopi Time dialysis terkendali 5.

Berikan asetaminofen sesuai anjuran Karakteristik: 6. Anjurkan untuk membatasi Klien mengeluh sakit kepala kopi sebelum cuci darah Ekspresi wajah nampak 7. Hentikan dialysis bila sakit meringis kepala tidak hilang Nampak gelisah Riwayat peminum kopi QB tinggi Penggunaan dialisat asetat Time dialysis terlalu lama 4 Resiko terjadi hipotensi b.

Hipotensi tidak terjadi 1. Monitor tanda vital tiap 1. Penurunan fungsi - Mengkonsumsi 4. Penurunan fungsi jantung terkendali 6.

Re-evaluasi BB kering - Kegagalan 7. Anjurkan untuk tidak makan meningkatkan secara berlebihan saat denyutan jantung menjalani HD secara tepat karena 8.

Sepsis, perdarahan samar, arritmia, hemolisis, emboli udara, anafilksis Karakteristik - Klien mengeluh pusing, mual, kram - Tensi menurun - UFR tinggi - Suhu dialisat rendah - Sodium dialisat terlalu rendah - Pemakan asetat dialisat - Ureum sangat tinggi - Riwayat mengkonsumsi OAH sebelum dialysis 5 Perubahan pola nutrisi b.

Keluhan mual-muntah, 1. Anjurkan perawatan mulut Klien mengeluh mual- untuk mencegah stomatitis, muntah, tidak nafsu makan membuang bau mulut BB kering menurun 3.

Anjurkan klien untuk memilih makanan yang diperbolehkan 5. Berikan permen dan sejenisnya untuk meningkatkan rasa pada klien yang tidak menderita DM 6 Gangguan keseimbangan Klien mengatakan 1.

Monitor peningkatan tensi, cairan : overload b. Auskultasi paru untuk keseimbangan cairan dan berkurang mengidentifikasi adanya elektrolit Edema - cairan dalam paru 3.

Berikan oksigen lembab bila sesak 7. Lakukan UF untuk mencapai BB kering 8. Mengkaji tingkat kecemasan: cemas b. Perilaku yang tidak patuh a. Apabila ringan sampai Perubahan konsep diri Penolakan sedang, dilanjutkan dengan Ancaman fungsi peran Cemas penyelesaian masalah Ketidakpastian hasil terafi Mudah marah problem solving pengganti ginjal Peningkatan denyut b. Apabila berat-panik, Batasan-batasan diet obat jantung, RR, dan tensi kurangi tuntutan-tuntutan dan penanganan Ketidakmampuan pada klien, mencegah Berkurangnya rasa kendali berkonsentrasi prosedur yang tidak perlu, diri gunakan teknik focusing dan relaksasi Karakteristik: 2.

Mengkaji stressor tertentu Perilaku yang tidak patuh terhadap ancaman-ancaman Penolakan yang tidak spesifik dan umum Cemas 3. Menunjukkan sikap Mudah marah pengertian Peningkatan denyut jantung, 4. Mempertahankan cara yang RR, dan tensi santai, tidak mengancam dan Ketidakmampuan empati berkonsentrasi 5.

Membantu mengidentifikasi mekanisme koping yang biasa klien gunakan 6. Identifikasi cara klien meminimalkan stressor- stressor yang dihadapinya 7. Berikan umpan balik realistis terhadap ancaman nonspesifik yang dihadapi klien 8. Gali cara-cara klien mengontrol dirinya 9. Gali konsep diri klien dan persepsi akan perasaannya Berikan konsistensi terhadap apa yang kita lakukan III.

Implementasi dan Evaluasi Setelah melakukan pengkajian, penyusunan diagnosa keperawatan, dan perencanaan intervensi, kita melakukan implementasi dengan mengaplikasikan intervensi yang sudah disusun. Setiap tindakan yang dilakukan didokumentasikan dengan respon dari klien Hasil respon dari klien menjadi bahan evaluasi untuk dikaji ulang apakah tujuan sudah tercapai atau masih perlu modifikasi. Related Papers.

LA TEORIA LITERARIA CONTEMPORANEA SELDEN PDF

ASKEP HEMODIALISA

Awasi potensi aliran AV internal pada interval sering : Palpasi getaran distal ; RASIONAL: Getaran disebabkan oleh turbulen darah arterial tekanan aliran yang masuk ke sistem tekanan vena yang lebih rendah dan harus dipalpasi di atas sisi keluarnya vena. Auskultasi untuk desiran; RASIONAL: Desiran adalah bunyi yang yang disebabkan oleh turbulen aliran darah yang masuk ke sistem vena dan harus terdengar dengan stetoskop, meskipun mungkin sangat redup. Pemisahan dalam selang indikatif pembekuan. Darah merah gelap kemudian cairan kuning jernih menunjukan pembentukan bekuan lengkap. Palpasi kulit pirau untuk kehangatan. Hindari trauma pada pirau ; contoh menangani selang dengan perlahan, pertahankan posisi kanula. Batasi aktivitas ekstremitas.

EN UN BOHIO DE JUAN BOSCH PDF

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikanya tugas makalah ini tepat pada waktunya, Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermamfaat bagi kita semua, terutama mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan STIKes Cirebon, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Definisi Hemodialisa Indikasi Hemodialisa Kontra Indikasi Hemodialisa Tujuan Hemodialisa Proses Hemodialisa

DIVERTICULO DE MECKEL PDF

Hemodialisis Hemodialisis adalah suatu proses memisahkan sisa metabolisme yang tertimbun dalam darah dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit juga asam basa melalui sirkulasi ekstrakorporeal dengan menggunakan ginjal buatan. Beberapa aspek yang mempunyai hubungan erat dengan masalah keperawatan antara lain : Ginjal buatan, Dialisat, Pengolahan Air, Akses Darah, Antikoagulan, tekhnik Hemodialisa, Perawatan Pasien Hemodialisa, Kompliokasi akut hemodialisa dan pengelolaannya, peranan perawat yang bekerja di luar HD ruang perawatan biasa 1. Ginjal Buatan Suatu alat yang digunakan untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh, bila fungsi kedua ginjal sudah tidak memadai lagi, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, mengeluarkan racun-racun atau toksin yang merupakan komplikasi dari Gagal Ginjal. Macam-macam ginjal buatan : a. Paraller-Plate Diyalizer Ginjal pertama kali ditemukan dan sudah tidak dipakai lagi, karena darah dalam ginjal ini sangat banyak sekitar cc, disamping cara menyiapkannya sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Coil Dialyzer Ginjal buatan yang sudah lama dan sekarang sudah jarang dipakai karena volume darah dalam ginjal buatan ini banyak sekitar cc, sehingga bila terjadi kebocoran pada ginjal buatan darah yang terbuang banyak. Ginjal ini juga memerlukan mesin khusus, cara menyiapkannya juga memerlukan waktu yang lama.

Related Articles